chaika-tm.com – Apakah kamu merencanakan untuk meneruskan pendidikan kejenjang S2? Nah, saat akan mendaftarkan tentu saja harus mempertimbangkan dan pelajari beragam hal berkaitan jenjang studi yang akan dilakukan. Oleh karena itu, mahasiswa harus mengetahui perbedaan gaya belajar S1 dan S2 agar tidak kaget dan memudahkan untuk menyesuaikan kuliah nantinya dan pastinya tidak akan kaget dengan perbedaan yang dirasakan.

Meneruskan studi ke tingkatan lebih tinggi tentu saja tidak hanya akan menghadapi sejumlah perbedaan karena tingkat dan tujuanannya juga sudah berbeda. Ini kali mimin share pembahasan mengenai gaya belajar tingkatan kuliah S1 dan S2. Baca secara lengkap, ya!

  • Topik Ulasan

Saat kuliah S1, dalam satu bulan dosen dan mahasiswa bisa mengulas lebih satu topik. Biasanya per topik akan memerlukan waktu sepanjang 1-2 minggu saja, bila topik berasa lebih sulit dosen akan memberi waktu tambahan untuk membahas lagi. Namun, saat topik itu dirasakan sudah cukup karena itu dosen dan mahasiswa akan ganti topik lain.

Dan perkuliahan S2 mengulas tiap topik lebih intens dan detil . Maka waktu pilih program kuliah, pastikan untuk betul-betul sesuai spirit. Hal ini untuk menghindar dari rasa jemu dan berkurangnya semangat pada tengahnya masa kuliah karena mengulas topik dengan dalam dan detil.

  • Perbedaan Cara Belajar Mahasiswa Sarjana dan Saat Sarjana

Mahasiswa S1 umumnya habiskan semakin banyak waktu ada dalam kelas. Dengan tingkat ini mahasiswa umumnya dengarkan dosen menjelaskan materi. Namun, masih tetap ada banyak kegiatan atau Tugas yang mewajibkan untuk lakukan praktek agar menyeimbangi ilmu yang sudah mahasiswa dapat.

Dalam pada itu, mahasiswa S2 biasanya sedikit lakukan kegiatan yang mewajibkan mereka mendatangi kelas, walaupun bergantung pada program dan mata kuliah mahasiswa mengambil. Cara belajarnya semakin banyak lakukan analitis dan cari jalan keluar dari studi kasus.

Pembagian waktu kepakai untuk lakukan belajar secara berdikari, meriset, dan kerjakan Tugas yang tingkat kesusahannya semakin tinggi. Namun, mahasiswa bisa pilih lebih sukai kelas yang banyak hubungan dengan dosen atau meriset sendiri.

Baca Juga : 10 Alasan Harus Memilih Jurusan Teknik Pertambangan

  • Perbedaan Materi Evaluasi S1 dan S2

Tingkatan strata 1 biasanya pelajari beberapa hal yang memiliki sifat teoritis, formasi kuliahnya terbagi dalam 60% teori dan 40% praktek. Dalam pada itu, mahasiswa tingkatan strata 2 akan mendapatkan mata kuliah matrikulasi sebagai program penyamaan. Mata kuliah matrikulasi penting untuk mahasiswa S-2 dan S-3, kemudian mereka akan mendapatkan kuliah materi khusus dari program studi yang mereka tentukan.

  • Tugas yang Harus Ditangani

Tugas yang perlu mahasiswa S1 lakukan umumnya mengikutsertakan beragam Tugas menulis, project kelas dan Tugas mata pelajaran khusus yang lain, dan beberapa pelatihan yang masuk ke persyaratan wajib kelulusan. Skripsi ialah Tugas pada akhirnya. Mahasiswa mengeruk, menganalisa dan pecahkan peristiwa yang terdapat berdasar teori yang telah didalami.

Tugas kuliah S2 lebih ke arah pada spesialis tertentu. Dan untuk mendapatkan gelar magister, Tugas pada akhirnya ialah disertasi. Mahasiswa harus membuat suatu karya tulis dengan meningkatkan teori. Selain itu, tingkat kesusahan tiap Tugas yang mahasiswa terima juga berbeda.

  • Lingkungan Kelas

Lingkungan kelasnya benar-benar berbeda. Saat menempuh program S1, biasanya ada kelas besar (mahasiswa sejumlah banyak) dan kelas kecil (jumlah mahasiswa semakin sedikit). Dan saat kuliah S2, ada kelas memiliki ukuran kecil, advanced discussion, dan kelas mentoring dengan profesor. https://chaika-tm.com/

Saat kuliah S1, umumnya mahasiswa ialah teman seumuran dengan prosentase umur yang perbedaannya tidak begitu jauh. Nah, saat kuliah S2 mahasiswa asal dari banyak profesi dengan umur yang berbagai ragam juga. Mengenali lebih beberapa orang yang tidak sama usia dan background, membuat wacana dan pertimbangan makin terbuka.

Ya, sama seperti yang sudah tergerai perbedaan gaya belajar S1 dan S2. Ke-2 nya sama memberi peluang belajar dan profesi yang bertambah luas. Namun, makin tinggi tingkatan studi dan tinggi ilmunya, halangan yang perlu dilalui makin sulit.